Kembali ke berita
Berita

Konsorsium Nasional 1000 HPK Memasuki Fase Operasional, Perkuat Kolaborasi untuk Menerjemahkan Komitmen Menjadi Aksi

Konsorsium Nasional 1000 HPK Memasuki Fase Operasional, Perkuat Kolaborasi untuk Menerjemahkan Komitmen Menjadi Aksi

Setelah resmi diluncurkan pada April 2026, Konsorsium Nasional 1000 HPK memasuki fase operasionalisasi dengan menyelaraskan langkah lintas sektor dan membangun mekanisme kerja bersama.

Jakarta, 18 Juni 2026 — Setelah resmi diluncurkan pada April 2026, Konsorsium Nasional 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) memasuki tahapan penting berikutnya dengan dimulainya fase operasionalisasi Konsorsium.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini mempertemukan Kementerian Kesehatan, mitra pembangunan, organisasi internasional, filantropi, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menyelaraskan langkah dan membangun mekanisme kerja bersama dalam memperkuat implementasi agenda 1000 HPK di Indonesia.

Fokus utama pertemuan adalah menerjemahkan komitmen yang telah dibangun sejak peluncuran Konsorsium menjadi struktur kerja dan aksi kolaboratif yang lebih konkret. Beberapa agenda strategis yang dibahas meliputi penguatan tata kelola dan mekanisme koordinasi Konsorsium; operasionalisasi kelompok kerja atau Working Groups (Pokja); pembahasan pendekatan Joint External Review (JER); pemetaan kesenjangan kebijakan, program, dan implementasi 1000 HPK; serta pengembangan mekanisme co-creation antar mitra pembangunan dan pemangku kepentingan.

Fase operasionalisasi menjadi langkah penting untuk memastikan Konsorsium tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi berkembang menjadi platform nasional yang mampu menghubungkan kebijakan, pengetahuan, sumber daya, inovasi, dan praktik implementasi di lapangan. Berbagai program terkait kesehatan ibu, bayi dan anak, gizi, layanan kesehatan, perlindungan sosial, sanitasi, hingga penguatan sistem kesehatan sebenarnya telah dijalankan oleh banyak institusi. Tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai inisiatif tersebut dapat semakin terhubung, saling melengkapi, serta berkontribusi terhadap target nasional yang sama.

Sebagai bagian dari struktur operasional, Konsorsium mengembangkan empat kelompok kerja yang mencakup keseluruhan continuum 1000 HPK: Pokja 1 – Pra-Kehamilan, yang berfokus pada kesiapan kesehatan dan gizi sebelum kehamilan; Pokja 2 – Kehamilan, yang berfokus pada kesehatan dan gizi ibu serta deteksi dini risiko kehamilan; Pokja 3 – Bayi hingga Usia Dua Tahun, yang mencakup kesehatan, gizi, tumbuh kembang, imunisasi, ASI dan pemberian makanan pendamping; serta Pokja 4 – Fasilitas Kesehatan dan Pembiayaan, yang memperkuat kesiapan sistem kesehatan, fasilitas, alat kesehatan, obat, pembiayaan, dan tata kelola yang menopang seluruh rangkaian 1000 HPK.

Konsorsium Nasional 1000 HPK dibangun atas pemahaman bahwa tantangan pada 1000 hari pertama kehidupan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi atau satu sektor saja. Kesehatan ibu dan anak berkaitan erat dengan gizi, layanan kesehatan, sanitasi dan air bersih, ketahanan pangan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, Konsorsium menyediakan platform untuk mempertemukan pemerintah, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mitra pembangunan, filantropi, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta dalam satu kerangka kolaborasi nasional.

Pertemuan 18 Juni menjadi salah satu tonggak dalam perjalanan Konsorsium dari launching menuju operating — dari membangun komitmen bersama menuju pelaksanaan collective action. Pembelajaran dari implementasi diharapkan dapat menjadi masukan bagi penguatan kebijakan nasional, sementara kebijakan nasional dapat diterjemahkan secara lebih efektif menjadi intervensi yang memberikan manfaat nyata bagi ibu, bayi, anak, keluarga, dan masyarakat.

Sebagai bagian dari Sekretariat Konsorsium Nasional 1000 HPK, Rabu Biru Foundation mendukung fungsi koordinasi, penguatan kolaborasi, pengembangan kemitraan, pertukaran pengetahuan, serta penghubungan antara kebijakan dan implementasi. Melalui kerja bersama lintas sektor ini, Konsorsium Nasional 1000 HPK diharapkan dapat mempercepat peningkatan kesehatan dan gizi ibu dan anak sekaligus membangun fondasi generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber: Rabu Biru Foundation