Konsorsium Nasional 1000 HPK dan PHC Consortium Jajaki Kolaborasi untuk Penguatan Sistem Kesehatan

Pertemuan informal antara Konsorsium Nasional 1000 HPK dan PHC Consortium membahas sinergi Primary Health Care dengan intervensi 1000 HPK, termasuk rencana webinar bersama dan dialog di Hari Kesehatan Nasional 2026.
Jakarta, 1 September 2026 — Konsorsium Nasional 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dan PHC Consortium melakukan pertemuan informal untuk membahas peluang kolaborasi dalam mendukung penguatan sistem kesehatan, khususnya melalui keterkaitan antara agenda Primary Health Care (PHC) dan intervensi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai antara dr. Anung Sugihantono, Koordinator Nasional Konsorsium 1000 HPK, dan dr. Trihono dari PHC Consortium. Diskusi berfokus pada peluang sinergi kedua konsorsium dalam memperkuat ruang pembelajaran, dialog, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Dari pertemuan tersebut, terdapat dua rencana tindak lanjut. Pertama, PHC Consortium dan Konsorsium Nasional 1000 HPK akan menyelenggarakan webinar bersama dengan tema 1000 HPK. Webinar ini diharapkan menjadi ruang untuk membahas bagaimana penguatan pelayanan kesehatan primer dapat mendukung layanan kesehatan ibu, bayi, dan anak secara lebih terintegrasi dan berkesinambungan.
Kedua, kedua konsorsium akan menjajaki kolaborasi dialog dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada November 2026. Forum tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peran Primary Health Care dan agenda 1000 HPK sebagai bagian dari upaya yang lebih luas dalam memperkuat sistem kesehatan Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara agenda penguatan sistem kesehatan, pelayanan kesehatan primer, serta kesehatan ibu dan anak, sekaligus membuka ruang kerja bersama antara pemerintah, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kolaborasi lintas konsorsium, agenda 1000 HPK dapat menjadi salah satu pintu masuk strategis untuk mendorong sistem kesehatan yang lebih terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sumber: Rabu Biru Foundation